Sudah usia 30 tapi masih bingung soal tabungan? Tenang, kamu nggak sendiri! Artikel ini bakal kupas tuntas berapa sih jumlah tabungan ideal menurut para pakar finansial. Yuk, cek apakah kamu sudah di jalur yang tepat atau perlu strategi baru biar masa depan finansial makin aman dan nyaman!
Contents
Usia 30: Titik Balik Keuangan yang Bikin Kamu Mic Drop!
Yup, usia 30 tuh kayak babak baru di hidup lo. Gak cuma soal nongkrong di kafe kekinian atau update gadget terbaru, tapi tiba-tiba lo mulai kepikiran, “Gue udah nabung berapa sih?” atau “Kapan bisa beli rumah tanpa ngutang seumur hidup?”. Ini fase di mana lo sadar bahwa duit bukan cuma buat hidup hari ini, tapi juga buat masa depan yang lebih stabil.
Kenapa Usia 30 Jadi Momen Sakral Buat Keuangan?
Menurut OECD Financial Literacy Framework, usia 30 itu fase di mana lo harus mulai shift dari mode “foya-foya” ke mode “akumulasi aset”. Artinya, lo gak bisa lagi cuma mikir “YOLO!” setiap gajian. Ini saatnya lo bangun fondasi keuangan yang solid.
1. Tanggung Jawab Keluarga Mulai Nyata
Banyak yang di usia ini udah nikah, punya anak, atau minimal mikir buat berkeluarga. Biaya sekolah, kesehatan, dan kebutuhan sehari-hari tiba-tiba jadi prioritas. Lo gak bisa lagi hidup “gue banget” kalo udah ada tanggungan.
2. Rumah? Bukan Mimpi Lagi, Tapi Target!
Harga properti tiap tahun naik, dan lo mulai ngerasa kalo beli rumah itu bukan “kapan-kapan”, tapi “harus sekarang atau nggak keburu”. Makanya, nabung buat DP rumah jadi salah satu goal utama.
3. Pensiun? Jangan Tunggu Tua Baru Mikirin!
Meski masih 30-40 tahun lagi, pensiun itu harus dipersiapin dari sekarang. Kalo nunggu umur 50 baru nabung, bakal jauh lebih berat. Mulai sekarang, sisihin sedikit demi sedikit biar pas tua lo gak jadi beban anak cucu.
4. Karir & Penghasilan Mulai Stabil (Tapi Pengeluaran Juga Makin Gila)
Di usia 30-an, lo udah punya pengalaman kerja yang cukup, jadi penghasilan biasanya lebih baik. Tapi, di sisi lain, tuntutan hidup juga makin tinggi—cicilan rumah, asuransi, investasi, dll. Jadi, meski gaji naik, pengeluaran juga ikut ngegas.
Menurut CFP Board 2024 Millennials’ Financial Milestones Survey, generasi milenial (usia 25–44) sekarang lebih fokus ke stabilitas finansial. Mereka mulai mengurangi pengeluaran nggak penting, lunasin utang, dan mulai serius nabung atau investasi.
Berapa Jumlah Tabungan Ideal di Usia 30?
Nah, ini pertanyaan paling sering muncul. Berapa sih angka ajaib yang harus lo punya di rekening pas usia 30?
1. Standar Internasional: 1x Gaji Tahunan
Fidelity Investments bilang, menyarankan kamu untuk mulai menabung minimal 15% dari penghasilan kotor (pre-tax income) setiap tahun untuk masa pensiun. Dan kabar baiknya, angka 15% itu sudah termasuk kontribusi dari perusahaan kalau kamu kerja di tempat yang kasih benefit seperti 401(k) atau program pensiun lainnya. Jadi, kalo Elaine punya gaji $50.000/tahun. Perusahaannya kasih match 100% sampai 6% dari gaji. Jadi, untuk mencapai target 15% (yaitu $7.500), Elaine cukup nabung 9% ($4.500), karena sisanya ($3.000) ditanggung perusahaan.
2. 20% dari Penghasilan Bulanan
Lauryn Williams, perencana keuangan, nyaranin lo sisihin 20% dari gaji bulanan buat tabungan & investasi ringan. Jadi, kalo gaji Rp10 juta, lo harus nabung Rp2 juta/bulan.
3. Versi Indonesia: Rp50–100 Juta
Andy Nugroho, pakar finansial Indonesia, kalo punya tabungan Rp50-100 juta di usia 30 tahun itu target yang realistis. Angka ini bisa dicapai asal lo disiplin ngatur pengeluaran dan konsisten nabung. Tapi inget, kondisi finansial tiap orang beda-beda. Yang pasti, dua hal wajib dimulai di usia 30: tabungan jangka panjang dan dana darurat.
Buat yang penghasilan lebih gede dan bisa nabung lebih besar, target Rp100 juta juga achievable, asal gaya hidup terkontrol dan pengeluaran nggak penting dipangkas.
Kalau lo bisa sisihin 10% dari gaji (misal Rp500 ribu/bulan dari gaji Rp5 juta), dalam 10 tahun lo bisa kumpulin Rp54 juta (belum termasuk bunga).
4. Jangan Lupa Dana Darurat!
OECD (2023) nyaranin lo punya tabungan yang cukup buat hidup minimal 3 bulan tanpa penghasilan. Jadi, kalo pengeluaran lo Rp5 juta/bulan, siapin dana darurat Rp15 juta dulu.
Fakta menarik dari Bank Indonesia (2022): Cuma 30% orang Indonesia yang punya tabungan jangka panjang. Artinya, mayoritas masih hidup “hari ini untuk hari ini”. Lo mau jadi bagian yang mana?
Hal-Hal yang Harus Lo Beresin Sebelum Nabung
Sebelum lo asal “pokoknya nabung!”, ada beberapa hal yang harus lo urus dulu:
1. Lunasi Utang Bunga Tinggi
Utang kartu kredit atau cicilan konsumtif itu kayak vampir, menggerus duit lo pelan-pelan. Tony Steuer, ahli keuangan, bilang: “Jangan investasi kalo masih punya utang berbunga tinggi”.
2. Dana Darurat Itu Wajib!
Kecelakaan, PHK, atau sakit bisa terjadi kapan aja. Kalo gak punya dana darurat, lo bisa panik & akhirnya ngutang. Minimal siapin 3–6 bulan pengeluaran.
3. Jangan Buru-Buru Main Saham/Kripto
Banyak yang pengen cepet kaya, langsung terjun ke saham atau kripto. Padahal, kalo belum punya dana darurat & tabungan stabil, risiko bangkrut lebih besar. Mulai dari yang aman dulu, deposito atau reksadana pasar uang.
Tabungan vs. Investasi: Mana yang Diduluan?
Ini pertanyaan klasik. Jawabannya:
- Tabungan dulu! Fokus ke dana darurat & simpanan likuid.
- Setelah itu, baru investasi konservatif (reksadana pasar uang, deposito, obligasi).
- Kalo udah stabil, boleh eksplorasi yang lebih agresif (saham, properti, dll).
Jangan terbalik, investasi itu buat “duit dingin”, bukan duit yang lo bakal butuh dalam waktu dekat.
Strategi Nabung Anti Gagal
Biar gak cuma jadi wacana, ini beberapa cara buat bikin nabung lo konsisten:
1. Metode 50/30/20
- 50% buat kebutuhan pokok (sewa, makan, transport).
- 30% buat keinginan (nongkrong, beli baju, liburan).
- 20% langsung ditabung/investasi.
2. Auto-Debit ke Rekening Tabungan
Gajian? Langsung transfer ke tabungan dulu, baru sisanya buat jajan. Biar gak tergoda!
3. Naikin Persentase Nabung Pelan-Pelan
Mulai dari 10%, lalu naik jadi 15%, 20%, dst. Jangan langsung maksa 50%, nanti malah stres & nyerah.
4. Pakai Aplikasi Budgeting
Kayak Mint, Toshl, atau Excel buat tracking pengeluaran. Biar lo tau duit lo ngabur kemana aja.
Kalo Belum Sesuai Target, Jangan Panik!
Lo baru mulai nabung di usia 30? Gak masalah! Yang penting konsisten.
- Fokus ke kebiasaan, bukan jumlah besar sekaligus.
- Kurangi pengeluaran nggak penting (kopi kekinian tiap hari? Mungkin bisa dikurangin).
- Mulai dari nominal kecil, misal Rp100 ribu per minggu. Lama-lama jadi bukit!
Usia 30 itu wake-up call buat lo buat “grow up” secara finansial. Gak perlu langsung kaya, tapi minimal punya rencana keuangan yang jelas.
- Lunasi utang berbunga tinggi.
- Bikin dana darurat.
- Mulai nabung & investasi pelan-pelan.
Jangan nunggu besok. Mulai sekarang, dari nominal sekecil apa pun. Masa depan lo bakal berterima kasih! 🚀
Baca info finansial lainnya mengenai Tabungan, Investasi, Tips & Trick, dan Bisnis