Istilah Saham Wajib Tahu
Istilah Saham Wajib Tahu

Bongkar! 30 Istilah Saham Wajib Tahu Biar Nggak Salah Investasi!

Diposting pada

Kamu baru mau terjun ke dunia saham tapi langsung ketemu istilah kayak lotbearishdividen, dan lain-lain yang bikin kepala muter? Tenang, kamu nggak sendirian! Banyak banget investor pemula yang awalnya bingung karena istilah pasar modal itu kayak punya bahasa sendiri. Tapi kabar baiknya, kamu nggak perlu jadi anak ekonomi buat ngerti semuanya. Di artikel ini, kita bakal bahas 30 istilah saham yang paling sering muncul dan wajib kamu tahu. Dijamin setelah baca, kamu bakal lebih pede buat mulai investasi dan nggak gampang ketipu jargon-jargon yang sok keren. Yuk, kita mulai petualangan finansialmu dengan santai tapi tetap cuan!

Kenapa Pemula Wajib Ngerti Bahasa Pasar Saham?

Main saham tuh kayak main game RPG, kalo nggak ngerti istilah-istilah kuncinya, bakal tersesat dan game over sebelum mulai! Banyak newbie langsung all-in gegara tergiur cuan cepat, eh malah jebol karena gagal paham istilah kayak cut lossdividen, atau bid-offer. Padahal, menurut penelitian UIN Sumatera Utara, literasi finansial dan edukasi pasar modal itu pengaruh banget buat kesuksesan investasi, apalagi buat Gen Z. Makanya, yuk upgrade skill dengan ngulik 30 istilah saham biar nggak jadi korban pasar!

Istilah Saham Wajib Tahu

Kategori: Istilah Dasar yang Wajib Kamu Tahu

  1. Saham: Semacam receh kepemilikan di perusahaan. Beli saham = jadi pemilik kecil, bisa dapat untung (atau buntung).
  2. Emiten: Perusahaan yang nawarin sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI). Contoh? Unilever, Bank BRI, atau GoTo.
  3. Bursa Efek: Pasar saham resmi, kayak mall-nya para investor. Di Indonesia namanya BEI³.
  4. Lot: Satuan beli saham. 1 lot = 100 lembar. Jadi kalo harga saham Rp1.000, modal minimal Rp100.000 (plus fee).
  5. Harga Saham: Nilai per lembar yang bisa naik-turun kayak rollercoaster, tergantung mood pasar dan kinerja perusahaan.

Fun Fact: Saham termurah di BEI pernah cuma Rp50 per lembar! Tapi jangan asal beli, nanti kena pump and dump 😉.

Kategori: Bahasa Jual-Beli Saham

  1. Bid & Offer:
    • Bid: Harga tertinggi yang buyer mau bayar.
    • Offer: Harga terendah yang seller mau lepas. Kalo ketemu, jadilah transaksi.
  2. Spread: Selisih harga bid dan offer. Spread kecil = saham likuid (gampang dijual).
  3. Order Book: Daftar antrian beli/jual saham di app trading. Mirip waitlist konser Coldplay!
  4. Auto Rejection (AR): Batas maksimal harga saham bisa naik/turun dalam sehari. ARA buat batas atas, ARB buat batas bawah.
  5. Jam Perdagangan: Saham di BEI buka jam 9.00–15.00 WIB. Jangan telat, bro!

Pro Tip: Mau beli saham murah? Cek order book biar nggak kejebak offer harga tinggi!

Kategori: Bahasa Analisis Teknikal (Buat yang Suka Lihat Grafik)

  1. Bullish vs Bearish:
  • Bullish: Pasar lagi semangat naik (kayak banteng).
  • Bearish: Pasar lesu, harga turun (kayak beruang hibernasi).
  1. Support & Resistance:
  • Support: Harga yang susah tembus bawah (kayak lantai).
  • Resistance: Harga yang susah tembus atas (kayak plafon).
  1. Candlestick: Grafik harga berbentuk lilin. Warna hijau = naik, merah = turun.
  2. Moving Average (MA): Rata-rata harga dalam periode tertentu (contoh: MA 50 hari buat lihat tren jangka pendek).
  3. Volume: Jumlah saham yang ditradingkan. Volume gede = banyak yang minat (atau panik!).

Warning: Jangan asal follow candlestick kalo nggak paham fake breakout!

Kategori: Bahasa Analisis Fundamental (Buat yang Suka Hitung-hitungan)

  1. EPS (Earning Per Share): Laba bersih perusahaan dibagi jumlah saham. EPS tinggi = perusahaan cuan.
  2. PER (Price to Earning Ratio): Harga saham dibagi EPS. PER 10 artinya harga saham 10x lipat labanya. Murah? Belum tentu, cek industrinya!
  3. PBV (Price to Book Value): Bandingkan harga saham dengan nilai buku perusahaan. PBV <1 artinya saham undervalued (tapi hati-hati, bisa aja ada masalah).
  4. ROE (Return on Equity): Efisiensi perusahaan ngubah modal jadi laba. ROE 15% ke atas? Mantap!
  5. Dividen: Bagian cuan perusahaan yang dibagi ke pemegang saham. Bisa dikasih tunai atau tambahan saham.

Catatan: Jangan cuma tergiur dividen tinggi, perusahaan bisa aja cut dividend kalo kinerja jelek.

Kategori: Istilah Risiko & Psikologi Pasar

  1. Cut Loss: Jual saham rugi biar nggak tambah parah. Susah sih, tapi perlu buat survival.
  2. Profit Taking: Jual saham pas udah untung. Jangan serakah, secure profit itu penting!
  3. Panic Selling: Jual saham gegara panik (biasanya pas pasar crash). Sering bikin nyesel belakangan.
  4. Sentimen PasarMood investor, pengaruh berita politik, ekonomi, bahkan gosip!
  5. Volatilitas: Ukuran gila-gilaan harga saham. Saham blue-chip biasanya lebih stabil.

Motivasi: Warren Buffett bilang, “Fearful when others are greedy, greedy when others are fearful.”

Kategori: Lembaga & Regulasi

  1. OJK: Polisinya pasar modal, ngawasin biar nggak ada scam.
  2. BEI: Tempat resmi jual-beli saham di Indonesia.
  3. KSEISafety deposit box-nya aset saham kita.
  4. IDX: Nama keren BEI di dunia internasional.
  5. RDN: Rekening khusus buat transaksi saham, beda dari rekening biasa.

Fun Fact: BEI udah ada sejak 1977, tapi booming-nya baru belakangan ini!

Tips Belajar Saham Anti-Pusing

  • Stockbit Academy: Cocok buat belajar lewat video, e-book, bahkan simulasi trading.
  • Sekolah Pasar Modal (SPM): Gratis dari BEI, bisa daftar online.
  • Komunitas Investor: Cari temen diskusi di Stockbit Stream atau grup Telegram.
  • Sumber Berita: Liputan6 atau DataIndonesia.id buat update pasar.

Jangan cuma jadi penonton, mulai dari sekarang! Cek platform belajar kayak Dinero Cerdas buat materi seru dan gratis. Ingat, investor sukses tuh yang keep learning dan nggak gegabah. Happy investing!